Saturday, May 27, 2006

Gempa Yogya 27 May 2006

Gempa bumi yang mengguncang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.54 WIB yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa sangat mungkin disebabkan oleh aktivitas patahan/sesar aktif di daerah bagian selatan Yogyakarta berarah barat daya-timur laut.

Tiga seri data dicoba diplot kedalam peta Google Earth. Satu data dari USGS (United States Geological Survey, http://earthquake.usgs.gov/), dan satu seri data dari BMG (badan Meteorologi dan Geofisika http://geof.bmg.go.id/gempaterkini.jsp). serta data dari EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) , sebuah badan penelaah kegempaan di Eropa.

USGS menduga kekuatan gempa sebesar 6.3 Skala Richter dan sumber gempa tersebut berada di darat di dekat muara Sungai Opak (gambar 1). Kedalaman gempa ini sangat dangkal, diperkirakan hanya 10Km, sehingga efek atau daya rusaknya sangat besar hingga mencapai sekitar 6-7 MMI. Gempa susulan menurut USGS berada sebelah timur laut dari gempa utama. Gempa susulan berada di sekitar Pathuk, sekitar jalan menuju Wonosari kalau dari Yogyakarta.

Hasil perhitungan BMG menunjukkan gempa berada 25 km sebelah selatan Pantai Parangtritis. Kedalam gempa diperkirakan BMG 33 Km, dengan gempa susulan bergerak kearah timur. menurut BMG telah terjadi getaran lebih dari 300 kali pada tanggal 27 Mei 2006 selama sehari, namun hanya 4-5 saja yg dirasakan getarannya (diatas 4 SR). Perkiraan lokasi ke empat gempa tersebut (dari hasil BMG) menunjukkan kemungkinan gempa tersebut adalah akibat subduksi antara Kerak Benua Asia yang bertubrukan dengan Kerak Samodra Australia. Perbedaan pengukuran ini sering terjadi, bahkan juga dengan lembaga pengukur gempa lain yg juga berbeda dengan USGS, misalnya EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) yg menduga pusat gempa berasa diselatan Klaten (lihat gambar 1).


Kalau memang dugaan lokasi pusat gempa versi USGS ini benar, maka perlu diperhatikan pergerakan gempa susulan ini sepanjang sesar aktif tersebut. Saya belum tahu sepanjang mana sesar aktif ini memanjang ke arah Timur Laut.

Saya teringat dahulu sewaktu masih kuliah ada peneliti yg akan mengukur pergeseran sesar ini dengan GPS waktu itu (akhir 80an). Tetapi tentunya GPS belum secanggih saat ini. Pergerakan sesar saat itu tidak terdeteksi, karena mungkin keakurasian dan presisi alat GPS yg masih belum sebaik saat ini. Sepertinya tidak ada yg pernah publikasi khusus yang menduga sesar ini akan aktif dengan keaktifan sebesar ini.

Saya tidak tahu bagaimana hubungan dengan G Merapi. Kejadian gempa berbeda dengan aktifitas Gunung Api yag akan menunjukkan gejala-gejala sebelum meletus. Tanda-tanda akan meletusnya gunung api misalnya aktifitas kimiawi gas-gas yg keluar, berubahnya ukuran atau ketinggian dome (kuba) serta gempa-gempa kecil yg dapat dideteksi sebelum benar-benar meletus. Sedangkan gempa merupakan sebuah gejala mendadak akibat "elastic rebound" (proses lentingan) seperti karet yg dilepaskan. Proses gempa dengan mekanisme "elastic rebound" ini akan sangat peka terhadap "trigger-trigger" (pemicu) yang ringan. Getaran-getaran aktifitas Gunung Berapi memang mungkin saja mempengaruhi terjadinya gempa-gempa tektonik yang secara bolak-balik akan saling mempengaruhi.

Mewaspadai gempa susulan.

Gempa susulan selalu terjadi setelah gempa utama terjadi. Gempa susulan ini masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Gempa-gempa susulan ini cenderung berkekuatan lebih kecil, namun lebih membahayakan efeknya. Walaupun kekuatannya kecil, karena kondisi bangunan sebagian besar sudah rapuh, maka goyangan yg kecil akan memberikan daya rusak yg hebat. Masih perlu diwaspadai dalam beberapahari mendatang. Gempa besar di Aceh akhir tahun 2004 lalu masih memberikan gempa susulan hingga beberapa bulan berikutnya dengan kekuatan yg cenderung menurun.

Tidak ada Tsunami.

Dari tiga institusi (USGS, BMG dan EMSC) hanya BMG yg memperkirakan terjadinya pusat gempa di laut. Gempa kali ini diperkirakan oleh USGS berupa gempa akibat pergeseran lateral (mendatar) bukan akibat tumbukan yg mengakibatkan dislokasi vertikal yg sering menyebabkan tsunami. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan timbulnya tsunami untuk gempa kali ini. Gempa susulannya tidak akan lebih besar dari gempa utama yg sudah terjadi.


Peta kerusakan (preliminary damage map) serta informasi lain silahkan saja klick http://rovicky.blogspot.com

------------------------------------------------------
Design Tshirt utk charity
Sebagai ungkapan rasa duka dan keinginan meringankan beban saya membuat design kaos dengan gambar-gambar peta diatas, sehingga selain membantu korban dapat dipakai sebagai bahan ajar dengan sedikit pengetahuan. Saya bersama kawan-kawan di KL, Malaysia menjualnya di Kuala Lumpur dan nanti hasil penjualannya akan saya sampaikan ke Jogja.
Bagi anda yang menginginkan berbuat hal sama dan tertarik menggunakan gambar ini sebagai design silahkan.

Design T Shirt Untuk Charity. (Design bebas untuk dikopi)

12 Comments:

At 5/29/2006 10:41:00 AM , Anonymous Ressa said...

Pak, dimana bisa saya dapat kaos-nya di KL?

 
At 5/29/2006 11:18:00 AM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

Bisa pesan ke saya, anda dimana ? Karena ini masih khusus utk di Kuala Lumpur, kamu belum ada tenaga mengirimkan lewat post.

Kaos saat ini sedang dipesan hari Jumat baru jadi.

 
At 5/29/2006 11:37:00 AM , Anonymous ressa said...

Saya di Bukit Jalil, pak.

 
At 5/29/2006 01:11:00 PM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

OK Ressa, imil ke saya saja rovicky @ gmail. com

 
At 5/31/2006 06:10:00 PM , Anonymous ansori said...

pak, saya korban gempa, asal sayaorang bantul, yogyakarta . saya tertarik untuk membuat kaos tersebut tapi kok gambarnya waktu saya download kok kabur ga jelas. mohon untuk di kirim gambarnya saja lewat e-mail.saya bermaksud untuk membuat kaos dan hasil dari penjualan kaos tersebut akan saya sumbangkan buat korban gempa di daerah saya.

data diri saya;

nama : Ansori
alamat :siluk,selopamioro,imogiri,
bantul, yogykarta
e-mail :nsr_aan@yahoo.com

 
At 5/31/2006 06:56:00 PM , Blogger njoman said...

Gambar desain kaosnya sayang ukurannya kecil dan formatnya jpg, 72 dpi, jadi kalo di print besar kabur.

Ada gambar yang resolusinya lebih tinggi untuk di print (300 dpi)? kalau bisa formatnya TIFF.

 
At 5/31/2006 08:38:00 PM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

Mas Ansori dan Mas Nyoman, silahkan imil saya langsung ke rovicky at Gmail.com, karena saya tidak bisa mengupload file tiffnya 2 MB besarnya.

Saya tunggu

rovicky@gmail.com

 
At 6/03/2006 11:43:00 AM , Anonymous Anonymous said...

Foto-foto gempa yang saya buat sendiri berikut wawancara dengan korban, khususnya di dusun nangsri pundong yang mengalami kerusakan parah
http://27mei.blogspot.com

 
At 6/07/2006 11:24:00 AM , Anonymous herry said...

pak, terima kasih atas infonya sangat bermanfaat sekali bagi kami korban gempa di jogjakarta, saat ini saya tinggal di daerah slanggen timbulharjo sewon bantul, yg hampir 90% daerah kami terkena musibah dengan jumlah penduduk 155 kk dan 480 jiwa, kami sangat membutuhksn bantuan dari semua pihak.. mohon bantuan dapat disalurkan lewat contact person bp herry telp 08157991999, jangan lupa kaosnya ya pak... kami juga sangat membutuhkan untuk para relawan yg sudah seminggu tidak mandi hehehe
btw terimakasih byk

salam

 
At 6/08/2006 04:46:00 PM , Anonymous madtaq said...

thanks a lot infoya

 
At 6/17/2006 01:44:00 PM , Anonymous Anonymous said...

makasiya pak, infonya tentang tidaka ada tsunami dan gempa susulan yang besar. saya masi trauma. hari ini terjadi gempa susulan 2x lumayan juga sih goyangannya. saya kuliah diyogya dan ini pengalaman pertama saya diyogya. pak ada isu bahwa pulau jawa akan terbelah jadi dua, apa benar pak?
ini email saya Lindy_lie@yahoo.com
saya tunggu jawaban bapa.
makasiya pak

 
At 12/05/2015 01:39:00 AM , Blogger fourth aly said...

This is a very interesting read.

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home