Thursday, April 13, 2006

Potensi Geothermal vs Minyak Bumi

Seberapa besar potensi geothermal ini?

Cadangan energi fosil sangat tergantung dari jumlah (volume) yg dapat diambil atau "ditambang". Angka ini akan diskrit (secara teoritis) karena akan "habis" pada suatu saat nanti.
Energi Geothermal bukanlah energi fosil sehingga perhitungan potensial yg dapat dipakai untuk membangkitkan energi lain (dalam hal ini energi listrik) yang dapat dipakai utk memperkirakan perbandingan dengan sumber energi fosil.
Kurang diketahui bagaimana angka-angka dalam naskah Blueprint PEN-Pengelolaan Energi Nasional 2005 (lampiran B1) ini diperoleh. Namun yg sering dipakai adalah potensi pembangkitan listrik dari geothermal adalah sebesar 20 000 MW. Angka ini yg dicoba dipakai sebagai dasar perbandingan dengan energi minyak bumi. Sumber lain menyebutkan total kapasitas geothermal ini 27 000 MW.

Kalau saja untuk membangkitkan listrik 1 Kwh membutuhkan 0.28 liter BBM, maka :
- 1MWh membutuhkan 280 liter atau kira-kira 2 barel
- Kalau potensi geothermal di Indonesia itu 20 000 MW maka satu jam setara 5,600,000 liter atau 35,223 barel)
- Dalam satu hari potensi geothermal adalah setara 134,400,000 liter atau 845,351 barel BBM
- Dalam satu bulan sudah bernilai 4,032,000,000 liter BBM atau 25,360,518 barel
- Dalam satu tahun bisa menghemat 48,384,000,000 liter sekitar 304,326,214 barel

Potensi geothermal dihitung untuk jangka 30 tahun karena potensi ini diestimasi berdasarkan usia sumur geothermal dan usia mesin pembangkit yg rata-rata akan bertahan selama 20-30 tahun, seperti satu kali masa kontrak PSC yang lamanya antara 20-30 tahun. Sebagai gambaran Lapangan geothermal Kamojang sudah berusia 27 tahun dan masih memilki kapasitas 93% dari yg terpasang.

- Maka dalam 30 tahun nilainya akan menjadi setara 1,451,520,000,000 liter BBM atau 9,129,786,412 barel-e (~ 9 milyar barrel ekivalen).

Asumsi yg diambil adalah 0.28 liter BBM ini hanya memproduksi 1 Kwh. Faktor konversi liter/Kwh ini sangat tergantung dari keamampuan mesin pembangkit. Mesin pembangkit yang bagus dan efisien barangkali bisa saja membutuhkan kurang dari 0.28 liter/Kwh.


Kalau dilihat dari produksi minyak mentah (crude oil) Indonesia maka dalam satu hari potensial geothermal ini lebih besar dari produksi Indonesia saat ini yang hanya sekitar 6-7 ratus ribu barel/hari (proyeksi dalam blueprint PEN 2005 hanya 500 rb bph).
Perhitungan potensi geothermal diatas tentusaja dibatasi oleh current technology yg tercermin pada efisiensi pembangkitan (0.28 liter/Kwh) dan dalam dalam masa 30 tahun, namun secara teoritis energi geothermal tidak akan habis dalam ribuan tahun.

Dari perbandingan beberapa tipe pembangkit ternyata Capacity Factor untuk pembangkit listrik yang paling tinggi adalah dari Geothermal (Kamojang 93%, Wayang windu 94%, Darajat 93%). Coba bandingkan dg pembangkit yg menggunakan BBM/BBG (Muara karang, 65%), Batubara (Suralaya 67%), PLTA (Saguling 36%, Barantas 39%). Bahkan ada beberapa pembangkit dengan BBM memilki kapasitas dibawah 20 %, salah satu penyebabnya karena kesulitan pasokan bahan bakar.

Mengapa Geothermal memiliki kapasitas sangat besar ? mungkin karena jalur suplainya langsung dari dalam tanah (dari sumur langsung ke turbin) , jadi tidak banyak tangan, apalagi kepentingan ini kepentingan itu. Hal ini terbukti dari PLTP pertama di Kamojang yg sudah berumur 27 tahun tetap saja masih tinggi daya kemampuannya sepanjang beroperasinya. Dan tdk ada gangguan di suplai energi primernya !.

12 Comments:

At 4/13/2006 05:01:00 PM , Anonymous zainal said...

hmm... makin lama makin menggigit nih analisanya mas...

kayaknya tulisan2 ini perlu 'dijual' secara lebih luas, dengan target pembaca yang lebih luas, terutama kalangan pengambil kebijakan negeri ini.

entah dibendel menjadi buku, atau 'iklan' blog-nya yang dilebarin lagi...

btw, fokus mas vicky kok masih di geothermal saja ya. bagaimana dengan angin dan surya? untuk skala mikro (pedalaman), mungkin juga pilihan menarik lho...

 
At 4/13/2006 05:10:00 PM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

Ya untuk saat ini saya memfokuskan untuk Geothermal. Karena dari jumlah serta potensi pengembangannya Geothermal ini yg akan lebih banyak memberikan impact dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Dibukukan ?
Hmm mungkin juga

salam

 
At 4/13/2006 08:23:00 PM , Anonymous Anonymous said...

Salam kenal mas rovicky....

memang kita tahu bahwa indonesia berada dalam ring of fire bahkan sekitar 15% gunung api aktif dunia ada di negara ini. saya pernah mendengar bahwa kendala pengembangan energi geotermal adalah biaya pembangunan instalasi (sangat jarang pihak asing mau ikut ambil bagian dalam bidang ini). kira2 sampai kapan masalah ini akan jadi kendala?dan langkah apa yang musti diambil supaya energi geotermal bisa dikembangkan segera?

jangan samapai gunung api yang kita miliki hanya menjadi bala buat negara ini, tanpa memberikan manfaat.

 
At 4/13/2006 09:24:00 PM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

Salam kenal juga,

Salah satu kendala investasi adalah harga jual listrik yg dinilai terlalu rendah, sehingga dirasakan tidak ekonomis oleh investor. Salah satu cara tentunya dengan merubah sistem bagi-hasil atau sistem kontraknya. Toh, listrik yg dihasilkan itu sendiri nantinya dipakai oleh Indonesia.

Selain itu sisi perundangannya juga harus berbeda antara energi fosil dengan energi terbarukan ini. Kontrak dalam migas ada huu dan hilir, sedangkan geothermal ini mau tidak mau harus dari hulu hingga ke hilir. Memang mungkin dipisah hulu-hilir misalnya uap panas bisa saja dijual ke PLN. Namun kendalanya adalah harga jualnya.

Saya sendiri belum begitu tahu banyak ttg kontrak panasbumi. Saya juga belajar sama dengan rekan-rekan yg lain.

Memang banyak yg kurang paham ttg panasbumi ini (termasuk saya yg sedang "belajar" ini). Kampanye tentang panasbumi ini tentunya perlu dilakukan juga oleh pemerintah seperti sebelum kenaikan BBM, sebagai iklan layanan masyarakat. Sehingga masyarakat (termasuk pejabat pemerintah daerah) akan tahu dan tidak terkaget-kaget kalau ada proyek geothermal ini nantinya.

 
At 4/15/2006 08:09:00 PM , Blogger Luigi said...

Mudah2an dengan banyaknya kawan yang mampir kesini, akan lebih banyak lagi yang sadar energi dan bisa ngembangin pemberdayaan energi kedepan.. :)

Salam kenal dan salam hangat dari afrika barat :)

 
At 4/19/2006 05:23:00 PM , Anonymous Anonymous said...

Iki sopo tho....... Opo menteri Energy Indonesia po piye.....he..he

 
At 4/19/2006 07:57:00 PM , Blogger Rovicky Dwi Putrohari said...

Anonymous ... Emang knapa ?
Apa menteri energi mesti buat blog juga ?

thx

 
At 5/23/2006 12:29:00 PM , Anonymous Anonymous said...

Artikel yang bagus...
mau nanya kira-kira kendala apa saja yang menghambat pengembangan panas bumi ini di Indonesia ya Mas? dan bagaimana solusinya?
trim's
Fufu

 
At 11/27/2006 02:12:00 AM , Anonymous Anonymous said...

Hallo, saya lagi research tentang geothrmal di Indonesia. Apa yang mas rovicky utarakan benar. Kendala paling besar adalah biaya and government regulation. Indonesian government is the biggest problem at this point. Kalo Indonesia mau maju, merake harus berani kerja sama degan investor asing. Infrastructure sangat penting untuk perkembangan economy di setiap negara. Kalo kita punya Infrastructure yang baik, banyak perusahaan dan business dating ke Indonesia. Seperti di China, tenaga kerja sangat banyak. Pemerintah tidak bisa memberi pekerjaan kepada semua penduduknya. Mereka perlu perusahaan asing untuk membuat pekerjaan bagi penduduk China. Tapi tampa infrastructure yang kuat, perusahan asing tidak mau dating. Indonesia juga mempunyai potensi seperti China, kalu pemerintahnya mau memikirkan rakyatnya.
Anyway, saya mau tanya tentang lokasi geothermal di Indonesia yang akan dibangun. Saya strating a company in the US, mencari local partner di Indonesia untuk membangun pembangkit listrik dari panas bumi. Biaya bukan kendala paling besar untuk kami, karena kami ada banker on board.
Thanks
Indra Siswanto
greengoldsystems@yahoo.com

 
At 5/26/2007 04:52:00 AM , Blogger Gredinov said...

permisi.
saya mahasiswa angkatan 2006 dari Fakultas Ilmu kebumian dan teknologi mineral (FIKTM) ITB.
saya lagi membuat karya tulis mengenai geothermal sebagai alternatif pengganti bahan bakar energi fosil.
apakah saya bisa meminta sedikit informasi?

tolong dijawab. terima kasih.
gerry_andrey@yahoo.com (email dan YM)

 
At 5/07/2008 06:17:00 PM , Anonymous Anonymous said...

hi,my name is John
I have very interesting web sites,if you wish you can read them here.
article
article1

 
At 10/08/2009 02:41:00 AM , Anonymous Minyak Angin Aromatherapy said...

Minyak
Angin
Aromatherapy
Mohon dukungannya yach....?!
Semangat..semangat>>>
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home