Sunday, March 12, 2006

Geothermal mendapat angin segar !

Barangkali semua mata hanya tertuju pada pentholan paling atas dari komposisi board yg ada di Pertamina. Hampir semua memperhatikan siapa yg menjadi Direktur Utama Pertamina yg diumumkan berdasarkan Kep-29/MBU/2006 and No. Kep-30/MBU/2006 mengenai pergantian of PERTAMINA’s BOD dan BOC, pada tanggal 8/3/2006 oleh Menteri Sugiharto. Tapi sayangnya mata saya selalu saja tertuju pada hal yang berbeda. Mungkin perlu ganti kaca mata :)

Hampir semua melihat impaknya pada kasus Cepu, namun ada beberapa hal yg jangan sampai kita lewatkan hanya karena masalah Cepu saja menjadi latar dari pergantian ini. Dalam artian energi secara utuh menyeluruh, ada sebuah keputusan lain yg perlu diperhatikan dengan penggantian komposisi board ini. Terlihat adanya arah belokan (turning point) strategis yg harus diperhatikan dan dilihat dengan lebih jernih. Dan perlu dukungan semua "stake holder" industri migas dan energi secara umum.

Dalam sebuah pertempuran maka invanteri adalah sebagai pembuka jalan yg sangat menentukan jalannya pasukan dibelakangnya. Nah .... Siapa yg menjadi pengelola hulu ?

PERTAMINA’s new BOD:

* President & CEO : Ari H. Soemarno
* Deputy President Director & COO : Iin Arifin Takhyan
* Corporate Senior VP, Upstream : Sukusen Sumarinda
* Corporate Senior VP, Refining : Suroso Atmomartoyo
* Corporate Senior VP, Marketing&Trading : Ahmad Faisal
* Corporate Senior VP, General Affairs&HR : Sumarsono
* Corporate Senior VP, Chief Financial Officer : Frederick ST Siahaan

PERTAMINA’s BOC are as follows:
* President Commissioner : Martiono
* Commissioner : Muhammad Abduh
* Commissioner : Umar Said
* Commissioner : J Purwono (replacing Iin Arifin Takhyan)

Kalau diperhatikan dua posisi dibawah posisi Dirut adalah mereka yang memiliki background energi geothermal.
Name : Iin Arifin Takhyan
Date of Birth: Tasikmalaya, 16 February 1952
Position : PT Pertamina (Persero) Deputy President Director&COO
Educational Background:
* Petroleum Engineer, Bandung Technology Institute (ITB)
* Energy Technology Geothermal, University of Auckland, New Zealand
* Energy & Environmental Economics, University of Auckland, New Zealand
Carreer:
* Director of Production Sharing Management, Pertamina
* Corporate Senior VP Upstream, Pertamina
* Directorate General on Oil&Gas, Energy & Mineral Resources

Name : Sukusen Sumarinda
Date of Birth : Semarang, 3 August 1951
Position : Corporate Senior VP, Upstream PT Pertamina (Persero)
Educational Background:
* Geologist, Gajah Mada University (UGM)
* Geothermal Institute of Auckland, New Zealand
Carreer:
* General Manager JOB Lasmo Malagot
* General Manager Geothermal – Upstream Directorate PT Pertamina (Persero)
Ada satu kegembiraan buat saya yang sering mengompori penggunaan energi geothermal di Indonesia. Ya geothermal. Pemilihan komposisi ini jelas memiliki arti yang sangat penting bagi Pertamina serta pemerhati energi di Indonesia. Pemanfaatan energi geothermal lebih kompleks dari migas. Geothermal energi saat ini masih jauh pemanfaatannya. Dari total potensi Indonesia sebesar 19.000 MW atau 40 persen dari potensi panas bumi dunia, total jumlah energi yg sudah dimanfaatkan baru sebesar 800MW listrik (2.5% total listrik) dan ini baru 4% dari potensi Indonesia . Dan kalau diperhatikan, semua potensi ini adalah potensi Geothermal high entalphy, belum lagi geothermal low entalphy atau sering disebut juga aquatermal yg ditulis sebelumnya.

Selamat Pak Sukusen dan Pak Iin !
Tentunya pengetahuan tentang geothermal ini sangat diharapkan akan sedikit membangkitkan pengembangan potensi geothermal ini menjadi andalan selain minyak-gas bumi yg saat ini sedang carut marut. Potensi geothermal harus mendapat porsi perhatian yang sepadan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Ah kalau cuman sebesar Cepu saja, itu sih ecek-ecek lah dibanding potensi yg hampir 20 000MW energi ini (setara dengan 8 miliar BOE, barrel oil equivalent). Pergantian BOD-BOC ini bukan sekedar Cepu !

Semoga angin segar ini bukan sekedar semilir yang menina bobokkan bagi mereka yg dilanda kesedihan karena carut-marutnya sisi migas di Indonesia.

foto : Dieng Geothermal Plant 55 MW

5 Comments:

At 3/12/2006 05:13:00 PM , Blogger hari said...

Mas Rovicky : Hebat pikiran Lateralnya ( berpikir menyampingnya kayak edward de bono ). Ingat Basuki arif ( TG/ 84 UGM ) dulu S-2 Geothermalnya di Australia kah ? terus Heru Mandiri/ 83, Susidarto 83, Ratiman ( Raja Timbul Manurung , 81 - 82 ? ) tahu email mereka Mas ?,

Salam dari Bontang yang nggak jadi ke Malaysia

 
At 3/13/2006 03:28:00 AM , Anonymous Anonymous said...

Tu es quel que chose Rovicky, stp continue de nous donner des bonnes idees! Salut! SA

 
At 3/13/2006 05:38:00 PM , Anonymous Anonymous said...

tapi apa steam bisa diexport ?

 
At 3/14/2006 07:43:00 AM , Anonymous zainal said...

bonjour messieurs..
salam kenal.

kayaknya steam memang tidak bisa diexport, tapi HC (oil/gas) yang disubstitusi bisa diexport untuk jadi uang pembayar hutang...
mungkin ini yang perlu dilihat lagi oleh indonesia. 'swap domino effect'nya lumayan signifikan...

mas rovicky, svp continuer votre bonnes idees...

daya imajinasi yang baguslah yang telah membuat dunia menemukan hal-hal baru...

salam.

 
At 8/21/2011 05:36:00 PM , Blogger Nina permata sari said...

..................NICE…. ^_^v.................

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home